Mengerti Metode Waterfall dalam Pengembangan Website

keyboard_arrow_down

Table of Contents

Dalam dunia pengembangan software, banyak metode pengembangan yang dapat digunakan untuk memastikan keberhasilan pengembangan sehingga penting untuk memilih metode pengembangan yang baik dan cocok bagi kamu. Salah satu dari metode pengembangan adalah metode waterfall. Ini adalah sebuah metode pengembangan perangkat lunak yang tergolong dalam kategori siklus hidup klasik. Nama “Waterfall” menekankan pada pengembangan yang linear dan berurutan seperti air terjun. Sehingga tahapan yang ada pada metode waterfall dilaksanakan secara berurutan, tidak dapat secara bersama-sama.

Artikel ini akan menjelaskan tahapan pengembangan dari metode waterfall untuk membantu dalam memastikan keberhasilan pengembangan perangkat lunak kamu.

Apa itu Metode Waterfall?

Seperti yang disebutkan sebelumnya, metode waterfall adalah sebuah metode pengembangan perangkat lunak yang menekankan pada pengembangan yang linier dan berurutan seperti air terjun, artinya fase sebelumnya harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke fase selanjutnya. Sehingga dokumentasi merupakan hal yang penting dalam metode waterfall, agar tidak hanya membantu dalam pengembangan, namun untuk mencegah informasi yang hilang. 

Metode waterfall diciptakan pada tahun 1970, merevolusikan bagaimana proyek software direncanakan dan dilaksanakan. Ini memperkenalkan urutan tahapan linier yang memastikan kemajuan sistematis dari konsepsi hingga penyelesaian.

Diagram Metode Waterfall untuk pengembangan yang menunjukkan enam langkah berurutan: 1. Analisis Kebutuhan, 2. Desain Sistem, 3. Implementasi, 4. Integrasi dan Pengujian, 5. Penerapan, dan 6. Pemeliharaan. Setiap langkah diwakili secara visual sebagai blok dalam pola tangga atau air terjun yang menurun.

Tahapan dalam Metode Waterfall

Analisis Kebutuhan

Langkah pertama ini melibatkan tim proyek dan yang kepentingan untuk mendefinisikan kebutuhan secara rinci. Tahap ini mencakup pengumpulan semua detail spesifik yang diperlukan untuk memandu proyek hingga selesai.

Desain Sistem

Berdasarkan kebutuhan yang telah dikumpulkan, arsitektur dan desain sistem dibuat. Tahap ini menguraikan struktJur keseluruhan sistem, termasuk penyimpanan data, arsitektur modular, dan pembagian komponen sistem.

Implementasi

Desain sistem yang sudah ada menandai proses coding atau pemrograman perangkat lunak dimulai. Para pengembang harus mengikuti spesifikasi yang telah ditentukan secara ketat untuk memastikan desain diterjemahkan ke dalam kode dengan akurat.

Integrasi dan Pengujian

Proses implementasi telah selesai, komponen perangkat lunak diintegrasikan menjadi sistem yang lengkap dan dilakukan pengujian menyeluruh untuk mendeteksi dan memperbaiki cacat. Pengujian memastikan bahwa perangkat lunak memenuhi semua persyaratan yang ditentukan dan bebas dari bug.

Penerapan

Tahapan dilanjutkan pada proses Penerapan. Perangkat lunak tersebut diterapkan ke lingkungan produksi, sehingga dapat diakses oleh pengguna akhir. Penerapan awal mungkin terbatas pada kelompok pengguna tertentu sebelum dilakukan peluncuran penuh.

Pemeliharaan

Perangkat lunak masuk ke fase pemeliharaan, di mana perangkat lunak diperbarui, diperbaiki, dan ditingkatkan seiring waktu berdasarkan umpan balik pengguna dan kebutuhan yang berkembang.

Keuntungan dari Metode Waterfall

Keuntungan yang dimiliki oleh metode waterfall seperti memungkinkan tim untuk bekerja menuju tujuan bersama yang ditetapkan pada tahap kebutuhan. Metode ini menegakkan organisasi yang terstruktur dan disiplin, menyederhanakan pemahaman, dan pengaturan tugas, serta memfasilitasi departementalisasi dan kontrol manajerial berdasarkan jadwal atau tenggat waktu. 

Metode ini memperkuat kebiasaan coding yang baik dengan mendefinisikan desain sebelum implementasi, memungkinkan perubahan desain dan spesifikasi sistem awal dengan mudah, serta mendefinisikan tonggak dan tenggat waktu dengan jelas.

Kelemahan dari Metode Waterfall

Metode Waterfall memiliki beberapa kekurangan utama yang berkaitan dengan kurangnya fleksibilitas dan adaptabilitas. Metode ini tidak adaptif, jadi jika ditemukan cacat, seluruh proses mungkin perlu dimulai ulang. Selain itu, ini juga tidak melibatkan umpan balik pengguna atau klien selama proses pengembangan, hanya melakukan perubahan berdasarkan hasil akhir. Pengujian ditunda hingga akhir siklus pengembangan, yang dapat menyebabkan masalah besar baru ditemukan di tahap akhir.

Metode ini juga tidak memungkinkan proses yang tumpang tindih, sehingga mengurangi efisiensi keseluruhan karena fase yang berbeda tidak dapat dikerjakan secara bersamaan. Akibatnya, produk yang berfungsi tidak tersedia hingga tahap akhir siklus proyek, yang dapat menunda umpan balik pengguna dan perbaikan produk.

Metode Waterfall vs Agile

Agile adalah pendekatan iteratif untuk pengembangan perangkat lunak yang menekankan fleksibilitas dan kolaborasi di antara tim lintas fungsi. Pendekatan ini berfokus pada pengiriman rilis kecil dan bertahap, serta beradaptasi dengan perubahan selama proses pengembangan. Agile paling cocok untuk lingkungan yang dinamis; sebagai inisiatif perbaikan berkelanjutan, menekankan fleksibilitas, kolaborasi, dan iterasi cepat. Sebuah proyek dipecah menjadi unit-unit kecil yang dapat dikelola dengan evaluasi dan adaptasi secara berkala.

Waterfall lebih sesuai untuk tugas dengan persyaratan dan tenggat waktu yang jelas yang mengikuti rencana yang lebih lurus dan berurutan. Analisis kebutuhan, desain, pemrograman, pengujian, dan penerapan harus diselesaikan untuk setiap langkah, sebelum langkah berikutnya dimulai. Keduanya memberikan prediktabilitas tetapi kadang-kadang mengalami kesulitan dalam menangani perubahan di akhir siklus pengembangan.

Kesimpulan

Kesimpulannya, metode waterfall adalah metode pengembangan linear di mana setiap tahap harus diselesaikan sebelum melanjutkan ke tahap berikutnya. Dokumentasi sangat penting untuk mengurangi risiko kehilangan data. Metode ini menekankan struktur, disiplin, dan pengaturan tugas yang tepat. Namun, kekurangan utamanya adalah kurangnya fleksibilitas dan adaptabilitas, sehingga proses perlu diulang jika ditemukan cacat.

Jadi, bagaimana? Apakah kamu masih bingung tentang apa itu metode waterfall? Apakah kamu ingin melakukan pengembangan website namun tidak ingin berkutat dalam tahapan tahapan yang rumit? Tidak perlu hirau lagi, hubungi kami Pixie Digital Marketing Agency. Kami telah memiliki 8 tahun lebih dalam bisnis digital marketing, menawarkan jasa website development, iklan google, maupun search engine optimization. Kami juga menawarkan konsultasi gratis untuk bisnis kamu. Let us do the Magic!

two women talking while looking at laptop computer

Source : Unsplash